Aku, temanku, dan orang ke 3
by
Tamaro Panggabean
Ali dan Borno berselisih karena sama-sama menyukai Briana, teman sekelas mereka. Ketika konflik memanas, Pak Axel mencoba membantu mereka fokus pada pendidikan. Sementara itu, Togar, teman mereka yang...
Contents
487 words · 1 chapters · 5 characters
Chapter
01
Cinta yang Memecah Belah
"Ayo, Ali, sampai kapan kamu mau terus-terusan begini?" tanya Togar sambil mengunyah permen karet. Wajahnya selalu ceria, seolah tidak pernah ada masalah yang serius dalam hidupnya.
Ali menghela napas berat. "Aku nggak tahu, Gar. Borno terus-terusan ngajak ribut. Aku cuma ingin semuanya kembali seperti semula."
Togar tertawa kecil. "Kamu tahu kan, Briana itu seperti magnet. Semua orang tertarik padanya. Tapi berantem bukan solusinya."
Di saat yang sama, Borno mendekati Ali dengan langkah tegas. "Ali, aku sudah bilang, Briana itu milikku. Jadi lebih baik kamu mundur sebelum terlambat."
Ali berdiri, menatap Borno dengan mata penuh keteguhan. "Borno, kita bisa bicara baik-baik. Nggak perlu pakai emosi."
Namun, sebelum suasana makin panas, Pak Axel, guru Fisika mereka yang bijaksana, masuk ke kelas. "Apa yang terjadi di sini?" tanyanya dengan suara tenang namun berwibawa.
"Pak, Borno lagi-lagi ngajak ribut," jawab Togar dengan nada santai, meskipun situasinya tidak sesantai itu.
Pak Axel menatap kedua siswa tersebut dengan tajam. "Ali, Borno, kalian tahu kan, pertengkaran nggak akan menyelesaikan masalah? Fokuslah pada hal yang lebih penting, seperti pendidikan kalian."
Borno menghela napas, menahan diri agar tidak berkomentar lebih jauh. Sementara Ali mengangguk, mencoba menenangkan dirinya.
"Baik, Pak," jawab Ali akhirnya, meskipun di dalam hatinya masih ada sedikit rasa tidak puas.
Setelah suasana kelas kembali tenang, Pak Axel melanjutkan pelajaran. Namun, pikiran Ali masih berkecamuk, memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah ini tanpa harus kehilangan Borno sebagai teman.
Saat jam istirahat tiba, Togar mencoba menghibur Ali. "Hei, aku punya ide. Bagaimana kalau kita bikin sesuatu yang lucu buat Briana? Mungkin dia bakal lebih tertarik sama cowok yang bisa bikin dia ketawa."
Ali tertawa kecil. "Kamu selalu punya cara aneh buat menyelesaikan masalah, Gar."
Togar mengedipkan mata, lalu berbisik, "Tunggu saja, aku punya rencana hebat."
Sementara itu, Briana, yang sebenarnya menyadari ketegangan antara Ali dan Borno, merasa serba salah. Ia tidak ingin menjadi penyebab keretakan persahabatan mereka. Namun, ia juga tidak tahu bagaimana harus bersikap.
Di akhir hari itu, setelah semua murid pulang, Togar mengetuk pintu kelas Briana. "Briana, aku punya sesuatu buat kamu."
Briana tersenyum, penasaran dengan apa yang akan dilakukan Togar. "Apa itu, Gar?"
Togar mengeluarkan secarik kertas dari sakunya. "Ini puisi. Aku tahu kamu suka hal-hal romantis."
Briana membaca puisi itu dengan seksama, lalu tertawa terbahak-bahak. "Ini lucu sekali, Gar. Terima kasih ya."
Togar tersenyum lebar. "Apa pun demi melihat senyummu."
Di saat yang sama, Ali, yang melihat kejadian itu dari kejauhan, merasa sedikit lega. Ia tahu bahwa selama Togar ada, suasana tidak akan pernah terlalu tegang.
Namun, meskipun suasana tampaknya membaik, Ali tahu bahwa masalah antara dirinya dan Borno belum sepenuhnya selesai. Ia harus menemukan cara untuk mengatasi ini, sebelum semuanya benar-benar terlambat.
Cast of Characters
Briana
SupportingDia adalah perempuan yang di cintai dua laki laki
Ali
ProtagonistDia dari awal sudah meminta untuk menyudahi pertengkaran nya untuk merebut wanitanya
Borno
AntagonistDia tetap mengajak Ali untuk bertengkar merebut briana
Pak Axel
MentorDia memisahkan borno dan ali agar tidak bertengkar
Togar
Comic ReliefLucu, baik, dan humoria
Reader Comments
7 readers
Sign in or create an account to leave a comment.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!
The End
Aku, temanku, dan orang ke 3
by Tamaro Panggabean
487 words · 1 chapters · 5 characters